Jumat, 02 Juni 2023

PENGUJI ASAM-BASA DAN PENENTUAN PH LARUTAN

A.   JUDUL PERCOBAAN

Pengujian Asam Basa dan Penentuan pH Larutan

B.  LATAR BELAKANG

Asam dan basa adalah zat kimia yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Conohnya jeruk yang sering menjadi buah cemilan yang kita biasa makan dan rasanya itu ada asam-asamnya. Sebenarnya, rasanya bisa asam, karena jeruk tersebut mengandung senyawa asam. Contoh lain, yaitu sabun cuci yang rasanya agak pahit, dan itu sebenarnya karena sabun mengandung senyawa basa.

Apabila mengacu dengan cara mencicipi, tentulah kita dapat dengan mudah mengetahui rasa asam maupun basa. Akan tetapi, tidak semua larutan aman untuk dicicipi karena ada yang berbahaya bahkan dapat merusak kulit karena beracun. Memiliki rasa masam jika asam dan pahit jika itu basa. Oleh karena itu, diperlukan praktikum ini agar kita dapat mengetahui larutan apa saja yang bersifat asam dan basa juga berapa kadar pH yang dimiliki dari larutan asam dan basa.

C.   RUMUSAN MASALAH


     D.   PEMBAHASAN

1.       LARUTAN ASAM BASA

Asam basa sudah dikenal sejak zaman dahulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa arab yang berarti abu. Asam dan basa secara tidak sadar merupakan bagian dari kehidupan kita. Kita senantiasa berinteraksi dengan asam dan basa setiap hari. Makanan yang kita konsumsi sebagian besar besifat asam, sedangkan pembersih yang sering kita gunakan seperti sabun adalah basa. Ada 3 teori tentang Asam Basa, yaitu:

1. Teori Asam dan basa menurut Svante Arrhenius

Arrhenius menyatakan molekul – molekul zat elektrolit selalu menshasilkan ion-ion positif dan negatif jika dilarutkan dalam air. Pada tahun 1984 Ilmuan Swedia, Svante Arrhenius mengemukakan pengertian asam – asam berdasarkan reaksi ionisasi. Menurut Arrhenius, asam merupakan zat yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion. Adapun basa merupakan zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion. Ion H+ merupakan pembawa sifat asam sedangkan ion OH- merupakan pembawa sifat basa.

2. Teori Asam dan Basa menurut Bronsted-Lowry

Pada tahun 1923, ilmwuan Denmark Johannes Bronsted dan Ilmuwan Inggris Thomas Lowry mengemukakan teori asam dan basah berdasarkan serah terima proton. Dalam suatu persamaan reaksi asam – basa berdasarkan teori Bronsted – Lowry, suatu asam dan basa masing – masing mempunyai pasangan. Pasangan asam disebut basa konjugasi sedangkan pasangan basa disebut asam konjugasi. Yang menyatakan Asam adalah spesi yang dapat memberi proton dan basa adalah spesi yang dapat menerima proton.

3. Teori Asam Basa menurut Lewis

Lewis juga mengkelompokan senyawa sebagai asam dan basa menurut kemampuannya melepaskan / menerima electron. Menurut lewis :

·         Asam : Senyawa yang menerima pasangan electron

·         Senyawa dengan elektron valensi <8

·         Basa : Senyawa yang mendonorkan pasangan electron

·         Mempunyai pasangan electron bebas

 

2.       ALAT DAN BAHAN DALAM MELAKUKAN PRAKTIKUM MENGUJI LARUTAN ASAM-BASA     

Bahan:

a)      Kertas Lakmus

b)     Larutan Jeruk Nipis

c)      Larutan NaCl (Garam)

d)     Larutan CH3COOH (Cuka)

e)      Minuman Bersoda

f)       Larutan Gula

g)     Larutan Pemutih Pakaian

h)     Larutan Soda Kue

i)       Air Mineral

Alat :

a)      Gelas Kimia

b)     Plat Tetes

c)      Pipet Tetes

 Cara Kerja :

1)       Siapkan bahan yang akan diuji dalam bentuk larutan.

2)      Masukkan ±3 tetes dari bahan larutan diatas plat tetes yang berbeda.

3)      Masukkan potongan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru ke dalam setiap larutan dan amati perubahan warna yang terjadi.

3.       CARA KERJA MENGUJI LARUTAN ASAM BASA MENGGUNAKAN KERTAS LAKMUS

Kertas lakmus adalah kertas yang mengandung lakmus yang digunakan untuk menunjukkan keasaman, kebasaan atau kenetralan larutan. Larutan asam dapat memerahkan lakmus biru, sedangkan larutan basa dapat membirukan kertas lakmus merah.

Dengan pengujian pada delapan larutan berbeda, yaitu dengan memberikan setiap larutan lakmus merah dan biru diperoleh hasil sebagai berikut:

NO

LARUTAN

PERUBAHAN WARNA

LAKMUS BIRU

LAKMUS MERAH

1.

Larutan Jeruk Nipis

Merah

Merah

2.

Larutan NaCl (Garam)

Biru

Merah

3.

Larutan CH3COOH (Cuka)

Merah

Merah

4.

Minuman Bersoda

Merah

Merah

5.

Larutan Gula

Biru

Merah

6.

Larutan Pemutih Pakaian

Biru

Biru

7.

Larutan Soda Kue

Biru

Biru

8.

Air Mineral

Biru

Merah

      Kertas lakmus biru menjadi kertas lakmus merah merah berarti sifatnya Asam Karena, dalam larutan mengandung ion H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam.               

Kertas lakmus merah menjadi kertas lakmus biru berarti sifatnya Basa. Karena, dalam larutan mengandung ion OH– yang menyebabkan larutan bersifat basa.

Sehingga, setelah dilakukan praktek didapatkan hasil sebagain berikut:

NO

LARUTAN

SIFAT LARUTAN

ASAM

NETRAL

BASA

1.

Larutan Jeruk Nipis

 

 

2.

Larutan NaCl (Garam)

 

 

3.

Larutan CH3COOH (Cuka)

 

 

4.

Minuman Bersoda

 

 

5.

Larutan Gula

 

 

6.

Larutan Pemutih Pakaian

 

 

7.

Larutan Soda Kue

 

 

8.

Air Mineral

 

 

4.      INDIKATOR-INDIKATOR DALAM MENGUJI LARUTAN ASAM BASA

Alat :

1.        Pipet tetes

2.       Mortar dan pestle / lumpang dan alu

Bahan :

1.        Kembang sepatu

2.       Kunyit

3.       Larutan asam dan basa

Cara kerja :

1.   Tumbuk kelopak bunga kembang sepatu di atas mortar menggunakan pestle hingga halus dan membentuk sebuah larutan. Kembang sepatu

2.   Pindahkan larutan ke dalam larutan asam atau basa.  kunyit. 

3.   Lakukan kegiatan 1 dan 3 dengan bahan

4.      Amati larutan dan akan didapatkan hasil sebagai berikut:

INDIKATOR ALAMI

WARNA AWAL

PERUBAHAN ASAM

PERUBAHAN BASA

Kembang Sepatu

Merah

Merah

Hijau

Kunyit

Kuning

Kuning

Jingga

Dengan pengujian diatas menggunakan larutan diperoleh hasil sebagai berikut:

NO

INDIKATOR ALAMI

WARNA INDIKATOR

PERUBAHAN WARNA LARUTAN

SODA

PEMUTIH

JERUK

1.

Kembang Sepatu

Merah

Merah

Hijau

Merah

2.

Kunyit

Kuning

Kuning

Jingga

Kuning

Maka larutan soda dan jeruk itu asam sedangkan larutan pemutih pakaian itu basa.

5.       PH LARUTAN

PH larutan adalah derajat keasaman atau bebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Konsep pH diperkenalkan oleh Soren Peder Lauritz Soresen pada tahin 1909 pH adalah minus logaritma konsentrasi ion Hidrogen.

6.      ALAT YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN PH LARUTAN



Indikator Universal adalah indikator pH berisi larutan dari beberapa senyawa yang menunjukkan beberapa perubahan warna yang halus pada rentang pH antara 1-14 untuk menunjukkan keasaman atau kebasaan larutan.

Jika pH larutan <7 berarti larutan tersebut asam, jika pH larutan = 7 berarti larutan tersebut basa, sedangkan jika pH larutan >7 -14 berarti larutan tersebut basa.

7.       CARA KERJA DALAM MENGGUNAKAN ALAT INDIKATOR UNIVERSAL

Alat :

1.       Indikator universal

2.       Gelas Ukur

Bahan :

1.       Larutan jeruk nipis

2.       Larutan larutan soda kue

Cara kerja :

1.   Tuangkan larutan jeruk nipis ke dalam gelas ukur

2.   Celupkan indicator universal ke dalam gelas ukur berisi larutan untuk mengetahui pH larutan dengan cara membandingkan empat warna di alat dengan warna pH di tempat alat indicator universal

3.   Lakukan langkah kerja 1 dan 2 untuk lerutan soda kue 


    Setelah dilakukan praktek diatas ditemukan hasil :
  • pH larutan soda kue yaitu 8-9 yang berarti larutan tersebut larutan basa
  • pH larutan jeruk yaitu 3-4 yang berarti larutan tersebut asam

 E. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktik larutan asam basa adalah sebagai berikut:

·      -   Larutan yang mengubah lakmus biru menjadi merah berarti larutan bersifat asam.

·      -   Larutan yang mengubah lakmus merah menjadi biru berarti larutan bersifat basa.

·       -  Larutan yang tidak mengubah warna kertas lakmus berarti larutan bersifat netral.

PH larutan adalah derajat keasaman atau bebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Dalam menentukan pH larutan biasanya menggunakan alat indicator universal. Jika pH larutan <7 berarti larutan tersebut asam, jika pH larutan = 7 berarti larutan tersebut basa, sedangkan jika pH larutan >7 -14 berarti larutan tersebut basa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenapa Suara Kita Terdengar Aneh Saat Direkam? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Pernah merasa suara kamu terdengar aneh di rekaman?  Kenapa Suara Kita Terdengar Aneh Saat Direkam?  Ini Penjelasan Ilmiahnya! Pernah dengar...