Jumat, 02 Juni 2023

ENERGI

A. Pengertian Energi

Mobil-mobilan elektrik tidak dapat berjalan tanpa adanya baterai. Baterai adalah sumber energi. Kendaraan bermotor tidak akan berjalan tanpa ada bahan bakar. Bahan bakar adalah sumber energi. Jika sakelar di rumah dimatikan, alat-alat listrik yang terhubung dengan sakelar tersebut tidak akan menyala. Hal itu terjadi karena tidak ada aliran energi yang menghidupkan alat-alat tersebut.

Manusia membutuhkan energi untuk bekerja, bergerak, bernapas, dan mengerjakan banyak hal lainnya. Energi menyebabkan mobil dan motor dapat berjalan. Pesawat terbang dapat terbang karena adanya energi. Begitu juga kereta api dapat berjalan cepat karena adanya energi. Energi menyalakan peralatan listrik di rumah. Energi ada di mana-mana, bahkan, tumbuhan dan hewan membutuhkan energi untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, untuk melakukan usaha, diperlukan energi. Energi terdapat dalam berbagai bentuk. Kerja kehidupan bergantung pada kemampuan organisme mengubah energi dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha (kerja) atau melakukan suatu perubahan.


 B. Jenis-jenis Energi

Energi ada beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut.

•     Energi potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh suatu materi karena lokasi atau tempatnya. 

Benda yang diletakkan di atas meja memiliki energi potensial gravitasi. Karena energi potensial gravitasi inilah, benda dapat bergerak dari meja ke tanah. Batu di katapel mendapat energi saat karet katapel diregangkan. Energi potensial itulah yang mendorong batu terlempar dari katapel.

•     Energi kinetik

Energi kinetik adalah bentuk energi ketika suatu materi berpindah atau bergerak.

Setiap materi yang berpindah atau bergerak memiliki bentuk energi yang disebut energi kinetik atau energi gerak. Objek bergerak melakukan kerja dengan cara menggerakkan benda lain. Pemain biliar menggerakkan tongkat biliar untuk mendorong bola. Selanjutnya, bola yang bergerak akan menggerakkan bola-bola lain. Air yang mengalir melalui suatu bendungan akan menggerakkan turbin. Ketika kamu naik sepeda, kontraksi otot kaki akan mendorong pedal sepeda. 

•     Energi kimia

Energi kimia ialah energi yang terkandung dalam suatu zat. Misalnya, makanan memiliki energi kimia, sehingga orang yang makan akan memiliki energi untuk beraktivitas. Contoh energi kimia lainnya adalah bensin yang mengandung energi kimia, sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan mesin.

•     Energi listrik

Energi listrik ialah energi yang dimiliki muatan listrik dan arus listrik. Energi ini paling banyak digunakan karena mudah diubah menjadi energi lainnya.


C.   Berbagai Sumber Energi

Sumber energi adalah segala sesuatu yang menghasilkan energi. Panas matahari yang digunakan untuk memanaskan air adalah sumber energi. Begitu juga spiritus yang digunakan sebagai bahan bakar adalah sumber energi. Listrik dan arang yang dibakar untuk memanaskan setrika merupakan sumber energi juga.Energi memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Semua aktivitas kehidupan manusia memerlukan energi.

1. Sumber Energi Tak Terbarukan

Energi tak terbarukan yang paling banyak dimanfaatkan adalah minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Ketiganya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu pada industri, untuk pembangkit listrik, mupun transportasi. Berdasarkan hasil perhitungan para ahli, minyak bumi akan habis 30 tahun lagi, sedangkan gas alam akan habis 47 tahun lagi, dan batu bara akan habis 193 tahun lagi.

a. Energi Hasil Tambang Bumi

Minyak bumi, gas, dan batu bara merupakan bahan bakar fosil yang berasal dari tumbuhan dan hewan-hewan yang terkubur jutaan tahun di dalam bumi. Untuk mendapatkan minyak bumi, dilakukan penambangan atau eksploitasi ke dalam perut bumi.

b. Energi Nuklir

Energi nuklir adalah energi potensial yang terdapat pada partikel di dalam nukleus atom. 

Partikel nuklir, seperti proton dan neutron, tidak terpecah di dalam proses reaksi fisi dan fusi. Akan tetapi, kumpulan tersebut memiliki massa yang lebih rendah daripada ketika berada dalam posisi terpisah. Adanya perbedaan massa ini maka dibebaskan dalam bentuk energi panas melalui radiasi nuklir.

2. Sumber Energi Terbarukan

Ancaman bahwa sumber energi suatu saat akan habis menyebabkan banyak ilmuwan berusaha menemukan energi alternatif yang terbarukan atau tidak akan habis dipakai. Sumber energi terbarukan yang saat ini mulai dikembangkan adalah biogas dari kotoran ternak, air mengalir, angin, dan panas matahari. Salah satu sumber energi terbarukan yang saat ini mulai dipelajari agar dapat dikembangkan di Indonesia adalah biogas yang berasal dari sampah biologis.

a. Energi Matahari

Energi surya atau energi matahari adalah energi yang didapat dengan mengubah energi panas surya (matahari) melalui peralatan tertentu menjadi energi dalam bentuk lain. Matahari merupakan sumber utama energi. Energi matahari dapat digunakan secara langsung maupun diubah ke bentuk energi lain.

b. Pembangkit Listrik Tenaga Air

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini disebut hidroelektrik.Komponen pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh energi kinetik dari air. Namun, secara luas pembangkit listrik tenaga air tidak hanya ter-batas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak.

c. Energi Angin

Energi angin memanfaatkan tenaga angin dengan menggunakan kincir angin untuk diubah menjadi energi listrik atau bentuk energi lainnya. Umumnya, digunakan dalam ladang angin dalam skala besar untuk menyediakan listrik di lokasi yang terisolir.

d. Energi Tidal

Energi tidal merupakan energi yang memanfaatkan pasang surutnya air yang sering disebut juga sebagai energi pasang surut. Jika dibandingkan dengan energi angin dan energi matahari, energi tidal memiliki sejumlah keung-gulan. Keunggulan tersebut antara lain memiliki aliran energi yang lebih pasti/mudah diprediksi, lebih hemat ruang, dan tidak membutuhkan teknologi konversi yang rumit. Kelemahan energi ini adalah membutuhkan alat konversi yang andal yang mampu bertahan dengan kondisi lingkungan laut yang keras karena tingginya tingkat korosi dan kuatnya arus laut. Setelah belajar tentang bentuk-bentuk energi, coba kerjakan latihan berikut.


D. Makanan sebagai Sumber Energi

Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh manusia. Fungsinya untuk berolahraga, belajar, dan melakukan aktivitas lainnya. Kamu membutuhkan makanan sebagai sumber energi. Berikut beberapa kandungan bahan kimia yang terdapat dalam makanan yang dapat digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh manusia.Makanan diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi. Dengan asupan makanan yang baik dan cukup, kamu dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Zat makanan yang berperan sebagai sumber energi adalah karbohidrat, protein, dan lemak.

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa kimia yang tersusun atas unsur-unsur karbon. Bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat, misalnya beras, jagung, kentang, gandum, umbi-umbian, dan buah-buahan yang rasanya manis. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi (1 gram karbohidrat setara dengan 4 kilo kalori).

2. Protein

Protein merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, O, N (kadang juga mengandung unsur P dan S). Bahan makanan yang mengandung banyak protein, antara lain.

a. protein hewani, misalnya daging, ikan, telur, susu, dan keju;

b. protein nabati, misalnya kacang-kacangan, tahu, tempe, dan gandum.

3. Lemak

Lemak merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, dan O. Peran lemak untuk menyediakan energi sebesar 9 Kalori/gram, melarutkan vitamin A, D, E, K, dan menyediakan asam lemak esensial bagi tubuh manusia. Lemak mulai dianggap berbahaya bagi kesehatan setelah adanya suatu penelitian yang menunjukkan hubungan antara kematian akibat penyakit jantung koroner dengan banyaknya konsumsi lemak dan kadar lemak di dalam darah. Penyakit jantung koroner terjadi apabila pembuluh darah tersumbat atau menyempit karena endapan lemak yang secara bertahap menumpuk di dinding arteri.

Bahan makanan yang mengandung banyak lemak, antara lain.

1. lemak hewani: keju, susu, daging, kuning telur, daging sapi, daging kambing, daging ayam, dan daging bebek;

2. lemak nabati: kelapa, kemiri, kacang-kacangan, dan buah avokad.


E. Transformasi Energi dalam Sel

Pada makhluk hidup heterotrof (makhluk hidup yang memanfaatkan sumber makanan organik/makhluk hidup yang tidak mampu mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik), energi bersumber dari makanan yang dikonsumsi. Energi ini akan mengalami transformasi mulai dari energi potensial berupa energi kimia makanan menjadi energi panas dan energi kinetik/gerak dalam aktivitas makhluk hidup tersebut. Transformasi energi tersebut terjadi di dalam organel yang terdapat di dalam sel. Transformasi energi dalam sel terjadi dengan cara sebagai berikut.

1.     Transformasi Energi oleh Klorofil

Klorofil adalah zat hijau daun yang terdapat dalam organel sel tumbuhan yang disebut kloroplas. Klorofil berfungsi dalam fotosintesis. Energi radiasi sinar matahari yang ditangkap oleh klorofil berfungsi melancarkan proses fotosintesis. Proses tersebut digunakan untuk mereaksikan CO2 dan H2O menjadi glukosa. 

Selain menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa, hasil reaksinya menghasilkan oksigen yang dapat digunakan oleh tumbuhan untuk beraktivitas, seperti tumbuh, berkembang, dan bernapas. Jadi, energi radiasi matahari yang berbentuk energi cahaya diubah menjadi energi potensial dan energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan bahan makanan lainnya. Energi ini dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk beraktivitas (tumbuh dan berkembang) dan juga dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain yang mengonsumsi tumbuhan tersebut. Akibatnya energi yang terdapat pada tumbuhan berpindah ke dalam tubuh makhluk hidup lainnya dan menjadi energi potensial. Di dalam tubuh makhluk hidup ini, energi akan ditransformasi kembali.

2. Transformasi Energi oleh Mitokondria

Mitokondria adalah organel yang terdapat di dalam sel, yang memiliki peran dalam respirasi sel. Di dalam mitokondria, energi kimia digunakan untuk mengubah karbohidrat, protein, dan lemak.


F. Metabolisme Sel

Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme terdiri atas reaksi pembentukan/sintesis/anabolisme seperti fotosintesis dan reaksi penguraian/disintesis/katabolisme seperti respirasi.

Metabolisme adalah proses kimia yang terjadi di dalam tubuh sel makhluk hidup. Metabolisme disebut reaksi enzimatis karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Metabolisme terdiri atas reaksi pembentukan/ sintesis/anabolisme seperti fotosintesis dan reaksi penguraian/katabolisme seperti respirasi. Enzim mengarahkan aliran materi melalui jalur-jalur metabolisme dengan cara mempercepat tahapan reaksi secara selektif. Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup.

1. Fotosintesis

Fotosintesis merupakan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa. Sumber energi cahaya alami adalah matahari yang memiliki spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai merah, infra merah, dan ultra ungu tidak digunakan dalam fotosintesis

Pada proses fotosintesis yang terjadi dalam daun, terjadi reaksi kimia antara senyawa air (H2O) dan karbon dioksida (CO2) dibantu oleh cahaya matahari yang diserap oleh klorofil menghasilkan oksigen (O2) dan senyawa glukosa (C6H12O6).

Glukosa adalah makanan bagi tumbuhan. Oksigen yang dihasilkan pada proses fotosintesis sangat dibutuhkan oleh manusia dan hewan.

2. Respirasi

Respirasi, yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi, dihasilkan energi kimia untuk kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, dan pertumbuhan. Contoh Respirasi pada glukosa, reaksi sederhananya

C6H12O6 + O2 menghasilkan 6CO2 + 6H2O + energi (glukosa).


 


.

METODE ILMIAH

Metode Ilmiah adalah suatu prosedur sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan suatu masalah-masalah yang dihadapi ataupun untuk menemukan suatu hal yang baru.


Syarat-syarat metode ilmiah

  • Objektif, yaitu pengetahuan itu sesuai dengan objeknya. Kesesuaian yang dimaksud yaitu dapat dilihat melalui pengindraan dasar dan bukti empiris atau pengalaman;
  • Metodik, yaitu pengetahuan diperoleh dengan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol;
  • Sistematis, yaitu pengetahuan diperoleh dengan tersusun dalam suatu sistem atau tidak berdiri sendiri namun, saling berkaitan sehingga semua menjadi suatu kesatuan yang utuh; dan 
  • Universal, yaitu pengetahuan tidak hanya berlaku jika diamati oleh satu atau beberapa orang saja. Tapi, semua orang dapat mengamati bersama dan dengan hasil yang sama atau konsisten.

Langkah-langkah metode ilmiah

  • Perumusan masalah, yaitu mengenai pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batasnya sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang terkait di dalamnya;
  • Penyusunan kerangka pikir, yaitu argumen-argumen yang menjelaskan hubungan beberapa faktor yang saling berhubungan dari rumusan masalah;
  • Perumusan hipotesis, jawaban sementara atau dugaan dari pertanyaan rumusan masalah dan kerangka pikir;
  • Pengujian hipotesis, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan terhadap hipotesis dengan melakukan eksperimen;
  • Penarikan kesimpulan, yaitu pengamatan terhadap hipotesis dengan hasil dari pengujian atau eksperimen. Menentukan apakah hipotesis diterima atau tidak; dan
  • Perumusan teori, yaitu generalisasi, pengabstrakan hipotesis dan dianggap telah menjadi suatu teori keilmuan jika telah teruji kebenarannya. 

Ilmu pengetahuan bersifat absolut adalah ilmu pengetahuan itu bersifat mutlak atau tidak dapat berubah dan berkembang sesuai perkembangan zaman. Namun, dalam ilmiah “teori itu dapat dipercaya sebelum ada hang membantah teori tersebut" jadi dalam metode ilmiah manusia akan terus mencari kebenaran sesuai dengan perkembangan zaman oleh sebab itu kebenaran ilmiah itu tidak bersifat absolut.


PERGI KE PASAR MEMBELI JAMU

JANGAN LUPA BELI ROTI KEJU

TETAP SEMANGAT DALAM MENCARI ILMU 

MASA DEPAN CERAH AKAN MENANTIMU

#Maulidyalisaa

PENGUJI ASAM-BASA DAN PENENTUAN PH LARUTAN

A.   JUDUL PERCOBAAN

Pengujian Asam Basa dan Penentuan pH Larutan

B.  LATAR BELAKANG

Asam dan basa adalah zat kimia yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Conohnya jeruk yang sering menjadi buah cemilan yang kita biasa makan dan rasanya itu ada asam-asamnya. Sebenarnya, rasanya bisa asam, karena jeruk tersebut mengandung senyawa asam. Contoh lain, yaitu sabun cuci yang rasanya agak pahit, dan itu sebenarnya karena sabun mengandung senyawa basa.

Apabila mengacu dengan cara mencicipi, tentulah kita dapat dengan mudah mengetahui rasa asam maupun basa. Akan tetapi, tidak semua larutan aman untuk dicicipi karena ada yang berbahaya bahkan dapat merusak kulit karena beracun. Memiliki rasa masam jika asam dan pahit jika itu basa. Oleh karena itu, diperlukan praktikum ini agar kita dapat mengetahui larutan apa saja yang bersifat asam dan basa juga berapa kadar pH yang dimiliki dari larutan asam dan basa.

C.   RUMUSAN MASALAH


     D.   PEMBAHASAN

1.       LARUTAN ASAM BASA

Asam basa sudah dikenal sejak zaman dahulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa arab yang berarti abu. Asam dan basa secara tidak sadar merupakan bagian dari kehidupan kita. Kita senantiasa berinteraksi dengan asam dan basa setiap hari. Makanan yang kita konsumsi sebagian besar besifat asam, sedangkan pembersih yang sering kita gunakan seperti sabun adalah basa. Ada 3 teori tentang Asam Basa, yaitu:

1. Teori Asam dan basa menurut Svante Arrhenius

Arrhenius menyatakan molekul – molekul zat elektrolit selalu menshasilkan ion-ion positif dan negatif jika dilarutkan dalam air. Pada tahun 1984 Ilmuan Swedia, Svante Arrhenius mengemukakan pengertian asam – asam berdasarkan reaksi ionisasi. Menurut Arrhenius, asam merupakan zat yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion. Adapun basa merupakan zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion. Ion H+ merupakan pembawa sifat asam sedangkan ion OH- merupakan pembawa sifat basa.

2. Teori Asam dan Basa menurut Bronsted-Lowry

Pada tahun 1923, ilmwuan Denmark Johannes Bronsted dan Ilmuwan Inggris Thomas Lowry mengemukakan teori asam dan basah berdasarkan serah terima proton. Dalam suatu persamaan reaksi asam – basa berdasarkan teori Bronsted – Lowry, suatu asam dan basa masing – masing mempunyai pasangan. Pasangan asam disebut basa konjugasi sedangkan pasangan basa disebut asam konjugasi. Yang menyatakan Asam adalah spesi yang dapat memberi proton dan basa adalah spesi yang dapat menerima proton.

3. Teori Asam Basa menurut Lewis

Lewis juga mengkelompokan senyawa sebagai asam dan basa menurut kemampuannya melepaskan / menerima electron. Menurut lewis :

·         Asam : Senyawa yang menerima pasangan electron

·         Senyawa dengan elektron valensi <8

·         Basa : Senyawa yang mendonorkan pasangan electron

·         Mempunyai pasangan electron bebas

 

2.       ALAT DAN BAHAN DALAM MELAKUKAN PRAKTIKUM MENGUJI LARUTAN ASAM-BASA     

Bahan:

a)      Kertas Lakmus

b)     Larutan Jeruk Nipis

c)      Larutan NaCl (Garam)

d)     Larutan CH3COOH (Cuka)

e)      Minuman Bersoda

f)       Larutan Gula

g)     Larutan Pemutih Pakaian

h)     Larutan Soda Kue

i)       Air Mineral

Alat :

a)      Gelas Kimia

b)     Plat Tetes

c)      Pipet Tetes

 Cara Kerja :

1)       Siapkan bahan yang akan diuji dalam bentuk larutan.

2)      Masukkan ±3 tetes dari bahan larutan diatas plat tetes yang berbeda.

3)      Masukkan potongan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru ke dalam setiap larutan dan amati perubahan warna yang terjadi.

3.       CARA KERJA MENGUJI LARUTAN ASAM BASA MENGGUNAKAN KERTAS LAKMUS

Kertas lakmus adalah kertas yang mengandung lakmus yang digunakan untuk menunjukkan keasaman, kebasaan atau kenetralan larutan. Larutan asam dapat memerahkan lakmus biru, sedangkan larutan basa dapat membirukan kertas lakmus merah.

Dengan pengujian pada delapan larutan berbeda, yaitu dengan memberikan setiap larutan lakmus merah dan biru diperoleh hasil sebagai berikut:

NO

LARUTAN

PERUBAHAN WARNA

LAKMUS BIRU

LAKMUS MERAH

1.

Larutan Jeruk Nipis

Merah

Merah

2.

Larutan NaCl (Garam)

Biru

Merah

3.

Larutan CH3COOH (Cuka)

Merah

Merah

4.

Minuman Bersoda

Merah

Merah

5.

Larutan Gula

Biru

Merah

6.

Larutan Pemutih Pakaian

Biru

Biru

7.

Larutan Soda Kue

Biru

Biru

8.

Air Mineral

Biru

Merah

      Kertas lakmus biru menjadi kertas lakmus merah merah berarti sifatnya Asam Karena, dalam larutan mengandung ion H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam.               

Kertas lakmus merah menjadi kertas lakmus biru berarti sifatnya Basa. Karena, dalam larutan mengandung ion OH– yang menyebabkan larutan bersifat basa.

Sehingga, setelah dilakukan praktek didapatkan hasil sebagain berikut:

NO

LARUTAN

SIFAT LARUTAN

ASAM

NETRAL

BASA

1.

Larutan Jeruk Nipis

 

 

2.

Larutan NaCl (Garam)

 

 

3.

Larutan CH3COOH (Cuka)

 

 

4.

Minuman Bersoda

 

 

5.

Larutan Gula

 

 

6.

Larutan Pemutih Pakaian

 

 

7.

Larutan Soda Kue

 

 

8.

Air Mineral

 

 

4.      INDIKATOR-INDIKATOR DALAM MENGUJI LARUTAN ASAM BASA

Alat :

1.        Pipet tetes

2.       Mortar dan pestle / lumpang dan alu

Bahan :

1.        Kembang sepatu

2.       Kunyit

3.       Larutan asam dan basa

Cara kerja :

1.   Tumbuk kelopak bunga kembang sepatu di atas mortar menggunakan pestle hingga halus dan membentuk sebuah larutan. Kembang sepatu

2.   Pindahkan larutan ke dalam larutan asam atau basa.  kunyit. 

3.   Lakukan kegiatan 1 dan 3 dengan bahan

4.      Amati larutan dan akan didapatkan hasil sebagai berikut:

INDIKATOR ALAMI

WARNA AWAL

PERUBAHAN ASAM

PERUBAHAN BASA

Kembang Sepatu

Merah

Merah

Hijau

Kunyit

Kuning

Kuning

Jingga

Dengan pengujian diatas menggunakan larutan diperoleh hasil sebagai berikut:

NO

INDIKATOR ALAMI

WARNA INDIKATOR

PERUBAHAN WARNA LARUTAN

SODA

PEMUTIH

JERUK

1.

Kembang Sepatu

Merah

Merah

Hijau

Merah

2.

Kunyit

Kuning

Kuning

Jingga

Kuning

Maka larutan soda dan jeruk itu asam sedangkan larutan pemutih pakaian itu basa.

5.       PH LARUTAN

PH larutan adalah derajat keasaman atau bebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Konsep pH diperkenalkan oleh Soren Peder Lauritz Soresen pada tahin 1909 pH adalah minus logaritma konsentrasi ion Hidrogen.

6.      ALAT YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN PH LARUTAN



Indikator Universal adalah indikator pH berisi larutan dari beberapa senyawa yang menunjukkan beberapa perubahan warna yang halus pada rentang pH antara 1-14 untuk menunjukkan keasaman atau kebasaan larutan.

Jika pH larutan <7 berarti larutan tersebut asam, jika pH larutan = 7 berarti larutan tersebut basa, sedangkan jika pH larutan >7 -14 berarti larutan tersebut basa.

7.       CARA KERJA DALAM MENGGUNAKAN ALAT INDIKATOR UNIVERSAL

Alat :

1.       Indikator universal

2.       Gelas Ukur

Bahan :

1.       Larutan jeruk nipis

2.       Larutan larutan soda kue

Cara kerja :

1.   Tuangkan larutan jeruk nipis ke dalam gelas ukur

2.   Celupkan indicator universal ke dalam gelas ukur berisi larutan untuk mengetahui pH larutan dengan cara membandingkan empat warna di alat dengan warna pH di tempat alat indicator universal

3.   Lakukan langkah kerja 1 dan 2 untuk lerutan soda kue 


    Setelah dilakukan praktek diatas ditemukan hasil :
  • pH larutan soda kue yaitu 8-9 yang berarti larutan tersebut larutan basa
  • pH larutan jeruk yaitu 3-4 yang berarti larutan tersebut asam

 E. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktik larutan asam basa adalah sebagai berikut:

·      -   Larutan yang mengubah lakmus biru menjadi merah berarti larutan bersifat asam.

·      -   Larutan yang mengubah lakmus merah menjadi biru berarti larutan bersifat basa.

·       -  Larutan yang tidak mengubah warna kertas lakmus berarti larutan bersifat netral.

PH larutan adalah derajat keasaman atau bebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Dalam menentukan pH larutan biasanya menggunakan alat indicator universal. Jika pH larutan <7 berarti larutan tersebut asam, jika pH larutan = 7 berarti larutan tersebut basa, sedangkan jika pH larutan >7 -14 berarti larutan tersebut basa.

Kenapa Suara Kita Terdengar Aneh Saat Direkam? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Pernah merasa suara kamu terdengar aneh di rekaman?  Kenapa Suara Kita Terdengar Aneh Saat Direkam?  Ini Penjelasan Ilmiahnya! Pernah dengar...